Setelah mencoba Axioo Picophone 4 GDX, kemudian mencoba Axioo Picophone 4 GDF, hanya satu kata terlontarkan untuk Axioo Picophone GDF yaitu prihatin.
Saya prihatin karena GDF dirancang untuk dibunuh oleh GDX. Tidak ada
alasan lagi untuk memiliki GDF. Kenapa? Karena harga promo imlek 2014
mengacaukan pasaran GDF. GDX dihargai Rp1.799.000 sementara GDF
Rp1.199.000 Tapi promo imlek sampai 16 Februari 2014, Axioo Picophone 4
GDX didiskon Rp500.000 sehingga menjadi Rp1.299.000. Dengan hanya
menambah Rp100.000 Anda mendapatkan GDX yang sudah quadcore dengan layar
lebih besar maka habis sudahlah Axioo Picophone GDF ini.Anda yang membeli GDF maka saya ikut dengan prihatin sama Anda hahaha.
Namun cerita tidak habis sampai disini, karena review kali ini mencoba mencari kelebihan dan kekurangan dari Axioo GDF. Apakah masih ada secercah harapan untuk mencari kenikmatan GDF?
Mari kita lihat sisi plusnya:
- Layarnya cukup bagus, view angle sempit pun masih terlihat jelas
- Dual SIM
- Bisa memory card
- Ada senter
- Bentuknya kecil, enak dikantongi
- Kamera lowlight lebih baik daripada GDX
- Ada radio
- Ada custom ROM yang bisa Anda download di JFdesignnet
- Internal bisa diperbesar dengan cara mempartisi ulang, download filenya di JFdesignnet
- Root mudah cukup pakai Framaroot
- Internal storage saat isi kosong adalah:
- Internal storage 1.27GB, available 0.99GB
- Phone storage 1.27GB
- Namun setelah merepartisi storage hasilnya menjadi:
- Internal storage 2.41GB, available 2.23GB
- Phone storage mengecil jadi 124MB saja
.
Sisi minusnya:
- Hanya dualcore
- Harga hanya lebih murah sebesar Rp100.000 dibanding GDX yang sudah quadcore
- Layar hanya 4inci, mengetik dengan keyboard bawaan kurang nyaman
- GPSnya lamban, hampir 4 menit saya mencari lock signal GPS
- RAM hanya 512MB
- Nonton 720p terlihat sendat-sendat minim
- Main game berat tampak patah sedikit
- SIM 2 hanya 2G
- Speaker suaranya kecil
- Titik sentuh hanya 2
- Baterai hanya 1300mAh
- Sensor tidak lengkap



0 komentar:
Post a Comment